Kadang kadang aku menulis dengan kewarasan, kadang kadang
tidak
Kadang aku menulis dengan kesadaran, kadang juga tidak
Kadang aku menulis dengan kedewasaan, kadang juga kekanakan
Jauh jauh hari sebelum semua terjadi
Jauh jauh hari sebelum aku tau bahwa hal yang aku alami
membuatku begitu menjadi orang yang acuh dan bodoamat
Ada banyak hari, dimana aku merasa bahwa menjadi orang baik
adalah kebodohan, tapi kadang juga tidak
Kadang aku berpikir untuk senantiasa menjadi orang baik
meskipun sekelilingku tidak baik
Lalu pada akhirnya, entah kenapa aku merasa kelelahan
sendiri
Membohongi diri sendiri itu tidak pernah enak
Meyakinkan diri sendiri itu tidak pernah mudah
Merasa bahwa kau tidak kenapa-kenapa itu juga bohong
Manusiawi kita merasa terluka, putus harapan, dan kecewa
Manusiawi kita berharap banyak kepada siapa saja
Saat kita menyadari memang harapan yang paling menjanjikan
adalah berharap kepada Dia yang Maha menepati segala janji
Aku benci hal-hal yang berantakan
Hal-hal yang sulit sekali di atur dan di rapihkan
Aku benci sekali hal-hal yang serba semrawut
Tapi entah kenapa hidupku begitu semrawut
Dulu, saat aku belum mengerti soal perceraian kedua orangtuaku, perpisahan,
sakit hati, luka batin, kekecewaan, dan segala luka, aku berpikir semua biasa
saja, tidak ada yang tidak biasa. Aku pikir bahwa semua memang, ya. Sudah digariskan.
Tapi, dulu usiaku bahkan belum genap 2 tahun. Sekarang, usiaku sudah 20 tahun, jadi semuanya berubah, kan? Yang kupikirkan, yang kurasakan, tidak lagi sama.
Entah kenapa ujian datang bertubi-tubi, itu sebagai
pembelajaran, kan?
Karna hidup itu adalah tentang belajar seumur hidup. Karna hidup
adalah tentang bagaimana kita menguji sabar dan ikhlas kita sendiri kepada orang
lain atau bahkan diri sendiri.
Kadang, ada saat dimana aku begitu ingin pergi jauh
meninggalkan segala hal yang dengan amat sulit kutangani tapi juga tak kunjung
selesai.
Tentang segala hal yang coba kusabari tapi juga tak kunjung
usai.
Masalahnya bukan “kau belum berhasil melewati itu semua”
Tapi memang kadang ada pihak-pihak yang tidak bisa berhenti
disana. Sehingga kadang-kadang cara penyelesaiannya adalah “Pergi,
meninggalkan, atau bahkan menghilang”.
Biar, biar saja.
Ada banyak hal yang harus di urus. Bukan hanya drama-drama
penuh penderitaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar