Sabtu, 29 Desember 2018

Keberanian Untuk Jatuh Cinta

Apa jatuh cinta itu harus berani dulu?
ya, tentu saja.
Kenapa?
Karna kau harus berani jatuh.
Posisi yang kau buat sulit sendiri adalah jatuh tanpa rencana. Atau buruknya adalah : merencanakan jatuh cinta.
Sayangnya, itu belum bisa.

Kepada calon seseorang yang kelak mampu menerimaku, dengan segalanya aku yang barangkali rumit, kan?

Begini, sebenarnya jauh di dalam lubuk hati, aku tidak mati rasa.
Tidak, tidak sama sekali.
Tetapi aku selalu mengakui bahwa ini mati rasa, kenapa?
Aku takut, takut jatuh cinta.

Bukan karna aku trauma mencintai cinta yang tak berbalas. Bukan, bukan itu.
Satu-satunya hal yang membuatku takut adalah bahwa "ditemukan sebagai seseorang yang baik untuk dicintai tapi takut untuk mencintai dan dicintai."

Itu sangat buruk.

Berbulan-bulan, bertahun-tahun bahkan. Bergelut dengan perasaan dan pikiran yang kalut.

Rasanya jatuh cinta hanya ada dua pilihan : Kembali kepada cinta yang entah kapan, dan menemukan cinta yang entah dimana.

Aku benar-benar tidak mengerti kadang dengan diriku sendiri.

Banyak cinta yang datang, tapi aku belum bisa menyambutnya dengan sangat sangat baik hati.

Yang ada di benakku hanyalah : "Kau mungkin berpikir aku baik, percayalah aku tidak sebaik yang kau kira. Tapi juga tidak seburuk yang kau bayangkan."

Kadang rasanya perih. Mustahil.

Menjadi seseorang yang terpenjara dalam sepi dan ketakutan. Menikmati rasa yang diinginkan sendirian, dalam kesepian.
Dalam butiran airmata yang berlinang, dalam do'a dan harapan yang terucap di sudut hati terdalam :
"Wahai Tuhanku, Wahai yang memilikiku, Engkau maha mengetahui bagaimana keadaanku. Bagaimana aku nanti? Tolonglah aku.. Tolong.. Sungguh ketakutan ini belum sepenuhnya beranjak pergi, kalau pun ketakutan ini pergi, ketakutan lainnya akan segera muncul menyusul.."

Sangat disayangkan

Hatiku begitu rapuh
Tapi jiwaku mencoba bangkit melawan rapuh yang berdarah-darah
Sendirian

Lebih menyedihkan lagi perihal : "Kelak, bagaimana aku harus menjelaskan? Ataukah tidak usah saja?"


Ya Tuhan, rasanya membayangkan hari itu tiba saja hatiku gemetaran.

Sabtu, 22 Desember 2018

Kesuh? Aku kesuh kalau dibuat kesuh

Beberapa waktu lalu, aku sempat kesuh.
Menghadapi beberapa hal yang memang bikin kesuh. Akhir2 ini, aku sering dihadapkan dengan keadaan : Seperti sedang menghadapi bocah.

Memang lebih baik muda tapi dewasa, daripada tua tapi ke kanak2an.

Sayangnya, sampai detik ini pun aku ndak gitu tau dewasa itu yang gimana